Seminar Profesi Kesehatan Masyarakat “Menuju Profesional Kesehatan Masyarakat untuk Indonesia Sehat”

Item

Title

Seminar Profesi Kesehatan Masyarakat
“Menuju Profesional Kesehatan Masyarakat
untuk Indonesia Sehat”

Description

Stunting adalah badan anak yang tidak dapat tumbuh dengan baik atau terhambat, sehingga
mereka bertubuh pendek di banding dengan tinggi yang seharusnya mereka capai pada usia
tersebut. Data Riskesdas 2013 masalah stunting pada balita masih cukup tinggi yaitu 37,2 %,
yang berarti terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2010 (35,6%). Tujuan penelitian ini untuk
menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kecamatan Batudaa
pantai Kabupaten Gorontalo tahun 2016. Jenis penelitian observasional analitik dengan
rancangan Cross Sectional Study. Dari 813 anak usia 24-59 bulan di pilih sampel berjumlah
185 anak yang diambil secara purposive sampling. Variabel penelitian yaitu riwayat KEK
pada ibu, riwayat BBLR, jarak kelahiran dan jumlah anggota keluarga. Data dikumpulkan
melalui wawancara dengan kuesioner, mengukur berat badan dan tinggi badan dengan
timbangan digital dan microtoice. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan
multivariat menggunakan uji regresi logistik. Penelitian menunjukkan bahwa proporsi anak
mengalami Stunting (31.4%). Sebanyak 22.4% dan 27.6% sampel dengan stunting
mengalami gizi buruk dan gizi kurang. Variabel yang memiliki hubungan yang bermakna
dengan kejadian stunting yakni; jarak kelahiran (p 0,002) dan jumlah anggota keluarga (p
0,003). Namun tidak ada hubungan yang bermakna antara riwayat BBLR (p 0,148) dan
riwayat KEK pada ibu (p 0,653) dengan kejadian stunting. Faktor dominan yang
berhubungan dengan kejadian stunting yaitu jarak kelahiran. Kesimpulan ada hubungan jarak
kelahiran dan jumlah anggota keluarga dengan kejadian Stunting usia 24-59 bulan. Keluarga
disarankan mengikuti program keluarga berencana (KB) agar terwujudnya masyarakat yang
sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pengaturan jarak kelahiran.

Item sets