Prosiding

Prosiding (proceeding) mirip dengan jurnal, juga merupakan tempat dipublikasikannya paper-paper. Beda prosiding dengan jurnal adalah, prosiding hanya menerbitkan paper-paper yang diseminarkan dalam seminar/conference tertentu.  Prosiding adalah kumpulan dari paper-paper akademis yang dipublikasikan dalam suatu acara seminar akademis. Biasanya didistribusikan sebagai buku cetakan setelah seminar usai. Prosiding berisi kontribusi yang dihasilkan para peneliti dalam seminar tersebut.

  • Prosiding Pertemuan Ilmiah Kongres XVI Ikatan Bidan Indonesia 2018

    Bidan Garda Terdepan Mengawal Kesehatan Maternal Neonatal Melalui Germas dan Pelayanan berkualitas
  • Proceeding "The 2nd International Conference On Public Health"

    Multisectoral Combat Regional and Social Inequitis in Health
  • Proceeding "The International Midwifery Scientific Conference 2018"

    "Midwives Leading The Way with Quality Care”
  • PROCEEDING "THE 1st INTERNATIONAL CONFERENCE ON HEALTH SCIENCES"

    The Role of Health Professional to Improve Quality of Care in Achieving Sustainable Development Goals (SDGs)"
  • ProsidingSeminar Nasional Kesehatan

    Penguatan dan Inovasi PelayananKesehatandalam Era Revolusi Industri 4.0 (2019)
  • Indonesian Public Health Perspective Series (IPHPS) 2016

    Indonesian Public Health Perspective Series (IPHPS) 2016
  • Pengetahuan dan Tingkat Kecemasan Mempengaruhi Perilaku Panic Buying Selama Pandemic Covid-19

    Virus corona Covid-19 telah menjadi pandemi global yang menjangkit ribuan orang di dunia. Hampir sebagian besar masyarakat dunia berada dalam ketidakpastian dan menerima banyak informasi melalui berbagai macam media. Kondisi ini tanpa disadari mengakibatkan kepanikan dan stress. Coronavirus-19 (COVID) telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO (WHO,2020) Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia dan telah menyebar secara luas di China dan lebih dari 190 negara dan teritori lainnya. Pada 12 Maret 2020, WHO mengumumkan COVID-19 sebagai pandemik. Hingga tanggal 29 Maret 2020, terdapat 634.835 kasus dan 33.106 jumlah kematian di seluruh dunia. Sementara di Indonesia sudah ditetapkan 1.528 kasus dengan positif COVID-19 dan 136 kasus kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan tingkat Kecemasan terhadap perilaku panic buying selama pandemic Covid-19. Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif.Desain penelitian ini adalah cross sectional, yaitu penelitian di mana data hanya diambil pada satu waktu atau suatu periode tertentu yang diperoleh dari responden pada waktu penelitian dilaksanakan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar menunjukkan ada pengaruh pengetahuan dan tingkat kecemasan terhadap perilaku panic selama pandemic covid-19 buying pada warga Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar.
  • SEMINAR NASIONAL ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN Call for Paper

    Fasciolopsis buski adalah spesies cacing usus yang menyebabkan penyakit fasciolopsiasis. Di Indonesia, cacing ini hanya ditemukan di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Karakteristik wilayah di kabupaten tersebut yaitu berupa rawa menjadi habitat yang ideal berkembangnya cacing F. buski. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi fasciolopsiasis di daerah rawa. Lokasi penelitian adalah Desa Kalumpang Dalam, Kecamatan Babirik, HSU. Responden yang diwawancarai sebanyak 100 orang, dimana 98% (98/100) rumah tangga buang air besar di rawa, 19% (19/100) biasa makan tumbuhan air, dan seluruh rumah tangga menggunakan air rawa untuk kebutuhan air rumah tangga. Jumlah sampel tinja yang diperiksa adalah 137 sampel dan ditemukan 2 sampel (1,46%) yang positif mengandung telur F. buski. Pemeriksaan parameter kualitas air didapatkan nilai pH 6, suhu 25°C, salinitas 0‰, DO 3,49-6,98 ppm, BOD 0,1-1,3 ppm, dan COD 3,016-8,096 ppm. Parameter ini mendukung berkembangnya keong, tumbuhan air, dan cacing buski. Untuk mengurangi kejadian fasciolopsiasis perlu digalakkan pembuatan jamban sehat, kebiasaan memasak tumbuhan air sebelum dikonsumsi, dan mengolah air minum yang bersumber dari air rawa.
  • Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Penguatan dan Inovasi Pelayanan Kesehatan dalam Era Revolusi Industri 4.0

    aktor Determinan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lalowaru Kecamatan Moramo Utara — I Putu Sudayasa, Rezki Purnama Yusuf, Hasniah Bombang | 3 Prevalensi Diabetes Melitus dan Hipertensi Berdasarkan Hasil Skrining Berbasis Time Seri Kelurahan Jagir Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur — Irma, Harleli, Fithria, Jusniar Rusli
  • SEMINAR NASIONAL PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT “Membumikan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan di Era 4.0 untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Keadilan Kesehatan”

    Seminar Nasional Promosi Kesehatan tahun 2019 ini, mengangkat tema “Membumikan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan di Era 4.0 Untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Keadilan Kesehatan”. Ternyata mendapat respons positif dari penulis makalah. Dengan rendah hati, panitia mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penerbitan prosiding ini.
  • Seminar Profesi Kesehatan Masyarakat “Menuju Profesional Kesehatan Masyarakat untuk Indonesia Sehat”

    Stunting adalah badan anak yang tidak dapat tumbuh dengan baik atau terhambat, sehingga mereka bertubuh pendek di banding dengan tinggi yang seharusnya mereka capai pada usia tersebut. Data Riskesdas 2013 masalah stunting pada balita masih cukup tinggi yaitu 37,2 %, yang berarti terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2010 (35,6%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Kecamatan Batudaa pantai Kabupaten Gorontalo tahun 2016. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional Study. Dari 813 anak usia 24-59 bulan di pilih sampel berjumlah 185 anak yang diambil secara purposive sampling. Variabel penelitian yaitu riwayat KEK pada ibu, riwayat BBLR, jarak kelahiran dan jumlah anggota keluarga. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner, mengukur berat badan dan tinggi badan dengan timbangan digital dan microtoice. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Penelitian menunjukkan bahwa proporsi anak mengalami Stunting (31.4%). Sebanyak 22.4% dan 27.6% sampel dengan stunting mengalami gizi buruk dan gizi kurang. Variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stunting yakni; jarak kelahiran (p 0,002) dan jumlah anggota keluarga (p 0,003). Namun tidak ada hubungan yang bermakna antara riwayat BBLR (p 0,148) dan riwayat KEK pada ibu (p 0,653) dengan kejadian stunting. Faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu jarak kelahiran. Kesimpulan ada hubungan jarak kelahiran dan jumlah anggota keluarga dengan kejadian Stunting usia 24-59 bulan. Keluarga disarankan mengikuti program keluarga berencana (KB) agar terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pengaturan jarak kelahiran.
  • SEMINAR NASIONAL KESEHATAN 2020 “Strategi Terobosan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit NonCOVID-19 Pasca Adanya Kebijakan Refocusing Kegiatan dan Realokasi Anggaran COVID-19”

    One of the factors that influence organizational performance and service quality is leadership. The leadership factor is one of the good accreditation values for the Public Health Centre. This study aims to see the role of leadership in improving performance and the role of service in public health centres.
Browse all
Prev Next